Dalamempat pekan terakhir, PPKM Jabodetabek berada di level 1, sejumlah aktivitas diizinkan berjalan dengan kapasitas 100 persen. Sementara tren COVID-19 dalam sepekan masih terpantau fluktuatif, tetapi sebelumnya selama tiga hari berturut-turut kasus COVID-19 harian 'meledak' di 6 ribu kasus, tertinggi sejak April 2022.
DiZaman Kasih Karunia, Tuhan Yesus datang untuk melakukan pekerjaan penebusan-Nya, dan manusia harus melangkah keluar dari hukum untuk menerima dan tunduk kepada firman dan pekerjaan Tuhan Yesus sehingga mereka dapat menerima perkenanan-Nya. Di akhir zaman, Tuhan Yang Mahakuasa melakukan pekerjaan penghakiman dimulai dari rumah
LiburAkhir Tahun 2020 Usai, 80 Ribu Orang Tiba di Bandara Soetta. LIBUR AKHIR TAHUN 2020 Hari Minggu, 3 Januari merupakan puncak kedatangan ke Jakarta dan sekitarnya usai liburan akhir tahun. Aturan mudik pada masa libur akhir tahun 2020 tertuang dalam lima surat edaran yang diterbitkan oleh Satgas Covid-19 dan Kemenhub.
TRIBUNJABARID, CIANJUR - Vaksinasi massal kembali digelar Badan Intelijen Negara RI bersama dua Puskesmas di dua kecamatan berbeda, Minggu (7/8/2022). Target vaksinasi jenis Pfizer dan Moderna ini sebanyak 7.000 dosis terbagi dua di Puskesmas Sindangkerta Kecamatan Pagelaran dan Puskesmas Ciherang.
180Ribu Dosis Vaksin di Jawa Barat Kedaluwarsa Akhir Januari. Roni Kurniawan • 04 Januari 2022 19:08 ; Bandung: Sebanyak 180 dosis vaksin covid-19 AstraZeneca dan Pfizer di Jawa Barat akan memasuki masa kedaluwarsa pada akhir Januari 2022. Vaksin tersebut pun direncanakan akan digunakan untuk booster.
Kamimemiliki motivasi dan semangat yang baik untuk meraih target di tahun ini,” ungkapnya dalam keterangan resmi, Jumat (5/8/2022). Dengan diterbitkannya NKB tersebut ditambah kontrak carry over dari 2021 sebesar Rp 3,3 triliun, Waskita Beton Precast memperkirakan total nilai kontrak dikelola perusahaan pada 2022 dapat mencapai Rp 6,8 triliun.
ouj7rWt. Di semua lini kehidupan kita sekarang ini, hampir tak ada celah kita lepas dari riba. Riba melekat erat dengan kehidupan kita. Empat belas abad yang lalu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengatakan bahwa“Sungguh akan datang pada manusia suatu masa ketika tiada seorangpun di antara mereka yang tidak akan memakan harta riba. Siapa saja yang berusaha tidak memakannya, maka ia tetap akan terkena debu ribanya,” HR Ibnu Majah, hadits dan Sunan Abu Dawud, hadits dari Abu HurairahDi zaman sekarang, praktek riba tersebar di mana-mana. Dalam ruang lingkup masyarakat yang kecil hingga tataran negara, praktek ini begitu merebak baik di perbankan, lembaga perkreditan, transfer gaji, bahkan sampai yang kecil-kecilan semacam dalam arisan warga, dan mungkin inilah yang dimaksud oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dengan terkena debu riba itu. Entah mungkin kaum muslimin tidak mengetahui hakekat dan bentuk riba. Mungkin pula mereka tidak mengetahui bahayanya. Apalagi di akhir zaman seperti ini, orang-orang lengah dan begitu tergila-gila dengan harta sehingga tidak lagi memperhatikan halal dan haram. Sungguh, benarlah sabda Nabi kita shallallahu alaihi wa sallam“Akan datang suatu zaman di mana manusia tidak lagi peduli dari mana mereka mendapatkan harta, apakah dari usaha yang halal atau haram.” HR. Bukhari no. 2083Begitu banyaknya pintu dan ruang riba di sekeliling kita sekarang ini, sebagaimana hadist Rasulullah Saw“Riba itu mempunyai 73 macam. Sedangkan dosa yang paling ringan dari macam-macam riba tersebut adalah seperti seseorang yang menikahi menzinai ibu kandungnya sendiri,” HR Ibnu Majah, hadits dan Al Hakim, Jilid II halaman 37; dari Ibnu Mas’ud, dengan sanad yang shahih“Satu dirham yang dimakan oleh seseorang dari transaksi riba sedangkan dia mengetahui, lebih besar dosanya daripada melakukan perbuatan zina sebanyak 36 kali.” HR. Ahmad dan Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Syaikh Al Albani dalam Misykatul Mashobih mengatakan bahwa hadits ini shahihNa’udzubillah…
Juli 3, 2009 pukul 900 pm Ditulis dalam Muamalah 1 Komentar Tag memakan riba, ribaSerial pertama tentang riba Di akhir zaman sekarang ini, telah nampak praktek riba tersebar di mana-mana. Dalam ruang lingkup masyarakat yang kecil hingga tataran negara, praktek ini begitu merebak baik di perbankan, lembaga perkreditan, bahkan sampai yang kecil-kecilan semacam dalam arisan warga. Entah mungkin kaum muslimin tidak mengetahui hakekat dan bentuk riba. Mungkin pula mereka tidak mengetahui bahayanya. Apalagi di akhir zaman seperti ini, orang-orang begitu tergila-gila dengan harta sehingga tidak lagi memperhatikan halal dan haram. Sungguh, benarlah sabda Nabi kita shallallahu alaihi wa sallam, لَيَأْتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لاَ يُبَالِى الْمَرْءُ بِمَا أَخَذَ الْمَالَ ، أَمِنْ حَلاَلٍ أَمْ مِنْ حَرَامٍ “Akan datang suatu zaman di mana manusia tidak lagi peduli dari mana mereka mendapatkan harta, apakah dari usaha yang halal atau haram.” HR. Bukhari no. 2083 Oleh karena itu, sangat penting sekali materi diketengahkan agar kaum muslimin apa yang dimaksud dengan riba, apa saja bentuknya dan bagaimana dampak bahanya. Allahumma yassir wa a’in. Ya Allah, mudahkanlah kami dan tolonglah kami dalam menyelesaikan pembahasan ini. Apa yang Dimaksud dengan Riba? Secara etimologi, riba berarti tambahan al fadhl waz ziyadah. Lihat Al Mu’jam Al Wasith, 350 dan Al Misbah Al Muniir, 3/345. Juga riba dapat berarti bertambah dan tumbuh zaada wa namaa. Lihat Al Qomus Al Muhith, 3/423 Contoh penggunaan pengertian semacam ini adalah pada firman Allah Ta’ala, فَإِذَا أَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ “Maka apabila Kami turunkan air di atasnya, niscaya ia bertambah dan tumbuh subur.” QS. Fushilat 39 dan Al Hajj 5 Sedangkan secara terminologi, para ulama berbeda-beda dalam mengungkapkannya. Di antara definisi riba yang bisa mewakili definis yang ada adalah definisi dari Muhammad Asy Syirbiniy. Riba adalah عَقْدٌ عَلَى عِوَضٍ مَخْصُوصٍ غَيْرِ مَعْلُومِ التَّمَاثُلِ فِي مِعْيَارِ الشَّرْعِ حَالَةَ الْعَقْدِ أَوْ مَعَ تَأْخِيرٍ فِي الْبَدَلَيْنِ أَوْ أَحَدِهِمَا “Suatu akad/transaksi pada barang tertentu yang ketika akad berlangsung tidak diketahui kesamaannya menurut ukuran syari’at, atau adanya penundaan penyerahan kedua barang atau salah satunya.” Mughnil Muhtaj, 6/309 Ada pula definisi lainnya seperti yang dikemukakan oleh Ibnu Qudamah, riba adalah الزِّيَادَةُ فِي أَشْيَاءَ مَخْصُوصَةٍ “Penambahan pada barang dagangan/komoditi tertentu.” Al Mughni, 7/492 Hukum Riba Seperti kita ketahui bersama dan ini bukanlah suatu hal yang asing lagi bahwa riba adalah sesuatu yang diharamkan dalam syari’at Islam. Ibnu Qudamah mengatakan, وَهُوَ مُحَرَّمٌ بِالْكِتَابِ ، وَالسُّنَّةِ ، وَالْإِجْمَاعِ “Riba itu diharamkan berdasarkan dalil Al Qur’an, As Sunnah, dan Ijma’ kesepakatan kaum muslimin.” Al Mughni, 7/492 Bahkan tidak ada satu syari’at pun yang menghalalkan riba. Al Mawardiy mengatakan, “Sampai dikatakan bahwa riba sama sekali tidak dihalalkan dalam satu syari’at pun. Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala, وَأَخْذِهِمْ الرِّبَا وَقَدْ نُهُوا عَنْهُ “Dan disebabkan mereka memakan riba, padahal Sesungguhnya mereka Telah dilarang daripadanya.” QS. An Nisaa’ 161.Maksudnya adalah riba ini sudah dilarang sejak dahulu pada syari’at sebelum Islam. Mughnil Muhtaj, 6/309 Di antara dalil Al Qur’an yang mengharamkan bentuk riba adalah firman Allah Ta’ala, يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَأْكُلُوا الرِّبَا أَضْعَافًا مُضَاعَفَةً وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.” QS. Ali Imron 130 وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا “Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” QS. Al Baqarah 275 Di antara dalil haramnya riba dari As Sunnah adalah sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam yang menunjukkan bahwa memakan riba termasuk dosa besar. Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, اجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوبِقَاتِ » . قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ ، وَمَا هُنَّ قَالَ الشِّرْكُ بِاللَّهِ ، وَالسِّحْرُ ، وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِى حَرَّمَ اللَّهُ إِلاَّ بِالْحَقِّ ، وَأَكْلُ الرِّبَا ، وَأَكْلُ مَالِ الْيَتِيمِ ، وَالتَّوَلِّى يَوْمَ الزَّحْفِ ، وَقَذْفُ الْمُحْصَنَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ الْغَافِلاَتِ » “Jauhilah tujuh dosa besar yang akan menjerumuskan pelakunya dalam neraka.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apa saja dosa-dosa tersebut?” Beliau mengatakan, “[1] Menyekutukan Allah, [2] Sihir, [3] Membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah kecuali dengan alasan yang dibenarkan, [4] Memakan harta anak yatim, [5] memakan riba, [6] melarikan diri dari medan peperangan, [7] menuduh wanita yang menjaga kehormatannya lagi bahwa ia dituduh berzina.” HR. Bukhari no. 2766 dan Muslim no. 89 Nabi shallallahu alaihi wa sallam pun melaknat para rentenir pemakan riba, yang mencari pinjaman dari riba, bahkan setiap orang yang ikut menolong dalam mu’amalah ribawi juga ikut terlaknat. Dari Jabir bin Abdillah, beliau berkata, لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- آكِلَ الرِّبَا وَمُوكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ وَقَالَ هُمْ سَوَاءٌ “Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam melaknat pemakan riba rentenir, orang yang menyerahkan riba nasabah, pencatat riba sekretaris dan dua orang saksinya.” Beliau mengatakan, “Mereka semua itu sama.”HR. Muslim no. 1598 Maksud perkataan “mereka semua itu sama”, Syaikh Shafiyurraahman Al Mubarakfury mengatakan, “Yaitu sama dalam dosa atau sama dalam beramal dengan yang haram. Walaupun mungkin bisa berbeda dosa mereka atau masing-masing dari mereka dari yang lainnya.” Minnatul Mun’im fi Syarhi Shohihil Muslim, 3/64 Dampak Riba yang Begitu Mengerikan Sungguh dalam beberapa hadits disebutkan dampak buruk dari memakan riba. Orang yang mengetahui hadits-hadits berikut ini, tentu akan merasa jijik jika harus terjun dalam lembah riba. [Pertama] Memakan Riba Lebih Buruk Dosanya dari Perbuatan Zina Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, دِرْهَمُ رِبًا يَأْكُلُهُ الرَّجُلُ وَهُوَ يَعْلَمُ أَشَدُّ مِنْ سِتَّةِ وَثَلاَثِيْنَ زَنْيَةً “Satu dirham yang dimakan oleh seseorang dari transaksi riba sedangkan dia mengetahui, lebih besar dosanya daripada melakukan perbuatan zina sebanyak 36 kali.” HR. Ahmad dan Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Syaikh Al Albani dalam Misykatul Mashobih mengatakan bahwa hadits ini shahih [Kedua] Dosa Memakan Riba Seperti Dosa Seseorang yang Menzinai Ibu Kandungnya Sendiri Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, الرِبَا ثَلاَثَةٌ وَسَبْعُوْنَ بَابًا أيْسَرُهَا مِثْلُ أَنْ يَنْكِحَ الرُّجُلُ أُمَّهُ وَإِنْ أَرْبَى الرِّبَا عِرْضُ الرَّجُلِ الْمُسْلِمِ “Riba itu ada 73 pintu dosa. Yang paling ringan adalah semisal dosa seseorang yang menzinai ibu kandungnya sendiri. Sedangkan riba yang paling besar adalah apabila seseorang melanggar kehormatan saudaranya.” HR. Al Hakim dan Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih dilihat dari jalur lainnya [Ketiga] Tersebarnya riba merupakan “pernyataan tidak langsung” dari suatu kaum bahwa mereka berhak dan layak untuk mendapatkan adzab dari Allah Ta’ala Tersebarnya riba merupakan “pernyataan tidak langsung” dari suatu kaum bahwa mereka berhak dan layak untuk mendapatkan adzab dari Allah ta’ala. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, إِذَا ظَهَرَ الزِّناَ وَالرِّبَا فِي قَرْيَةٍ فَقَدْ أَحَلُّوْا بِأَنْفُسِهِمْ عَذَابَ اللهِ“Apabila telah marak perzinaan dan praktek ribawi di suatu negeri, maka sungguh penduduk negeri tersebut telah menghalalkan diri mereka untuk diadzab oleh Allah.” HR. Al Hakim. Beliau mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan lighoirihi -bersambung insya Allah-
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Pengertian ribaMenurut Abdurrahman al-jazair, yang dimaksud dengan riba ialah akad yang terjadi dengan penukaran tertentu, tidak diketahui sama atau tidak menurut aturan syara' atau terlambat salah M. Umer Chapra, riba secara harfiah berarti adanya peningkatan, pertambahan, perluasan, atau pertumbuhan. Tetapi, tidak semua peningkatan atau pertumbuhan terlarang dalam islam . keuntungan juga merupakan peningkatan atas jumlah pokok, tetapi hal ini tidaklah dilarang. Jadi, apa yang sebenarnya diharamkan? Pribadi yang paling tepat untuk menjawab pertanyaan ini adalah Rasulullah saw. Sebagaimana tersirat dalam haditsnya, "jika seseorang memberikan pinjaman kepada seseorang lainnya dia tidak boleh menerima hadiah". Bukhari dalam kitabnya Tarikh, dan Ibnu Taimiyyah dalam al-Muntaqa. Riba zaman pra-islam Praktek riba pada masa pra-islam dapat ditelusuri dalam kehidupan orang-orang Hijaz pada masa pra-islam yang menjelaskan, bahwa pihak piutang tidak akan meminta tambahan dari nilai pokok yang dipinjamkan kalau dikembalikan selama dalam batas waktu yang telah masa pra-islam hampir-hampir tidak ada upaya untuk melindungi hak-hak pihak yang punya hutang dari jeratan pihak pemberi hutang, di mana tidak ada ketentuan yang memuat aturan yang legal yang mencegah penindasan terhadap pihak yang punya salah satu sabdanya Nabi mengatakan bahwa "semua bentuk transaksi riba pada masa pra-islam adalah batal dan tidak berlaku. Pertama kali transaksi riba yang saya batalkan adalah yang dilakukan Abbas bin Abd al-Muthalib".Ibn Qayyim H/1356 M mengatakan Pada masa pra-islam, riba telah di praktekkan dengan cara memberikan kelonggaran waktu pengembalian pinjaman dan menambah beban tanggungan utang apabila telah melampaui batas waktu yang telah ditetukanpeningkatan bunga pinjaman sebesar jumlah nilai utangnya,sehinga seratus dapat berkembang terus berlipat bisa menjadi oleh Ibn Zayd bin Aslam w. 136 H/754 M Praktek riba pada masa pra-islam dilakukan dengan berlipat ganda, baik terhadap uang maupun berbagai macam komoditi, serta perbedaan umur berlaku bagi binatang ternak. Apabila sudah mencapai jatuh tempo, pihak piutang akan menanyakan kepada pihak yang berhutang apakah engkau akan melunasi sekarang atau menambah pembayaran jumlah utang yang engkau pinjam? Jika pihak yang berhutang mempunyai sesuatu maka dia akan membayarkannya. Jika hutangnya berupa binatang ternak, maka umurnya dapat meningkat pada waktu pembayarannya, apabila hutangnya berupa uang atau jenis komoditi lain. Maka ia dapat meningkat dengan berlipat ganda pada waktu pengembaliannya dalam jangka setiap tahun. 1 2 3 4 5 Lihat Money Selengkapnya
Tanya SRM Apa yang harus dilakukan ketika di akhir zaman riba telah menyebar? Jawaban SRM Sahabat SRM, kita hidup di zaman dimana riba telah menyebar ke seluruh lapisan masyarakat. Bahkan mereka yang berusaha menjauh dari ribapun masih terkena debu riba. Rasulullah bersabda "Akan tiba masanya, kamu tidak akan dapat menjumpai seorang pun di dunia ini yang tidak akan memakan riba. Dan sekalipun jika seseorang menyatakan bahwa dia tidak memakan riba, ia tetap terkena debu riba." Abu Daud Berikut beberapa langkah yang harus dilakukan ketika riba telah menyebar 1. Segera tinggalkan riba Segeralah untuk meninggalkan riba. Ketika sudah terlanjur berhubungan dengan riba baik itu sebagai peminjam, pemberi pinjaman, pencatat atau saksi, maka segera tinggalkan dan bertaubatlah. Ketika sudah terlanjur memiliki hutang riba maka segera selesaiakan termasuk dengan menjual asetnya dan segera membayar pokok hutangnya. Ketika sudah terlanjur memiliki kredit riba baik rumah, kendaraan atau barang lainnya maka segera selesaikan termasuk dengan menjualnya dan membayar pokok hutangnya. "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkanlah sisa riba yang belum dipungut jika kalian orang-orang yang beriman." Al Baqarah 278 Tinggalkan riba karena ketakwaan dan kecintaan kepada Allah maka Allah akan memberi ganti yang lebih baik. “Sesungguhnya tidaklah Engkau meninggalkan sesuatu karena ketakwaan kepada Allah Ta’ala, kecuali Allah pasti akan memberikan sesuatu sebagai pengganti yang lebih baik darinya.” HR. Ahmad. 2. Lindungi keluarga dari riba Setelah diri terbebas dari riba maka Allah juga memerintahkan untuk melindungi dan menjaga keluarga dari api neraka akibat riba. Seluruh keluarga harus dibekali dengan tameng guna menangkal berbagai bahaya riba. "Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” At-Tahrim 6 3. Melakukan Amar Ma'ruf Nahi Mungkar Ketika Allah telah menyatakan perang total terhadap riba maka kita juga harus berusaha untuk membantu memerangi riba dengan melakukan amar ma'ruf nahi mungkar terhadap riba. "Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar dan merekalah termasuk orang-orang yang beruntung." Ali Imran 104 Ketika amar ma'ruf nahi mungkar tidak dijalankan, maka riba akan semakin menyebar dan kerusakan yang ditimbulkan akan meluas. Ketika ini sudah terjadi maka azab dan siksa akan datang ke seluruh masyarakat baik yang sholeh maupun yang dzalim dan setiap doa yang dipanjatkan tidak diterima Dari Hudzaifah ra. dari Nabi SAW., beliau bersabda "Demi Zat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, seharusnyalah kalian menyuruh untuk berbuat baik dan mencegah dari perbuatan yang munkar. Jika tidak, sungguh Allah akan menurunkan siksa kepada kalian, kemudian kamu berdoa kepada-Nya, tetapi Ia tidak mengabulkan doamu." HR. Turmidzi 4. Jangan sembarangan mengikuti fatwa atau pendapat ulama Ketika riba telah menyebar maka akan semakin banyak fatwa atau pendapat ulama yang sesat dan menyesatkan. Jangan sampai kita sembarangan mengikuti fatwa atau pendapat ulama karena berdasarkan nubuat dari Rasulullah SAW akan banyak ulama yang sesat dan menyesatkan dan Rasulullah SAW menyebutnya sebagai makhluk yang paling jahat di kolong langit. “Dari Ali bin Abi Thalib Ra. ia berkata Telah bersabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Sudah hampir tiba suatu zaman akhur zaman, kala itu tidak ada lagi dari Islam kecuali hanya namanya, dan tidak ada dari Al-Qur’an kecuali hanya tulisannya hanya dibaca tanpa diikuti. Masjid-masjid mereka indah, tetapi kosong dari hidayah. Ulama mereka adalah sejahat-jahat makhluk yang ada di bawah kolong langit. Dari merekalah keluar fitnah, dan kepada mereka fitnah itu akan kembali.’” HR. al-Baihaqi. Hukum riba yang sudah jelas dibuat samar dan dibuat seakan-akan merupakan perbedaan pendapat dikalangan para ulama dan dibebaskan sesuai dengan keyakinannya sehinggat umat menjadi ragu akan suatu hukum riba. Agar tidak ikut kedalam fitnah ulama yang sesat dan menyesatkan maka bertabayyunlah dengan berfikir kritis, meneliti dan menyelidiki setiap pendapat ulama tentang riba berdasarkan pemahaman yang menyeluruh dari Al Qur'an dan Hadis. Jangan sembarangan mengikuti pendapat ulama tanpa ilmu karena Allah telah menganugerahkan akal, mata, telingga dan hati yang dapat digunakan untuk berfikir akan kebenaran dan kelak semua itu akan dimintakan pertanggungjawaban. “Wahai orang-orang beriman jika datang kepadamu seorang durhaka dengan membawa suatu berita maka selidikilah, supaya kamu tidak menimpakan musibah terhadap suatu kaum karena kebodohan, lalu kamu menyesal atas apa yang kamu telah lakukan” Al Hujurat 6 “Dan janganlah engkau mengikuti apa yang tentang itu engkau tidak mempunyai ilmu. Sesungguhnya telinga, mata dan hati, semunya akan ditanyai mengenainya” Al Isra' 36 5. Simpanlah harta dalam real Riba di akhir zaman ditandai dengan telah menyebarnya inti dari riba yaitu penggunaan uang kertas dan uang elektronik. Uang kertas atau uang elektronik dan segala bentuk uang yang tidak memiliki nilai intrinsik termasuk kedalam inti riba karena disinilah sumber riba dan menjadi sumber penindasan dan pinipuan yang dihalalkan. Uang yang demikian akan terus mengalami inflasi dan pada satu titik tertentu akan mengalami kehancuran dan tidak akan memiliki nilai. Rasulullah SAW jauh jauh hari telah memerintahkan untuk menggunakan kembali uang yang memiliki nilai intrinsik atau menyimpan hartanya dalam bentuk real seperti komoditi, tanah atau hewan ternak. "Miqdam bin Maadikarib telah mengatakan bahwa dia mendengar Rasul Allah bersabda Waktu pastinya akan datang kepada umat manusia ketika hanya dinar dan dirham saja yang akan digunakan." Ahmad "Harta terbaik yang dapat dimiliki di akhir zaman adalah domba yang akan dibawanya ke kaki bukit dan dikawasan dimana hujan turun, melarikan diri dengan agamanya dari sengketa umum." Bukhari Abu Bakar telah melaporkan bahwa Rasulullah bersabda kegemparan akan muncul setelah munculnya keributan yang lain, dan kemudian akan ada periode kegemparan yang mana seorang yang duduk lebih baik dari seorang yang berjalan, dan seorang yang berjalan lebih baik dari seorang yang berlari kepadanya. Bila itu terjadi dia yang memiliki unta patut tetap dengan unta-untanya, dan dia yang memiliki domba patut tetap dengan biri-birinya, dan dia yang memiliki tanah harus tetap dengan tanahnya..." Muslim Hadis diatas juga secara tidak langsung menjelaskan bahwa uang kertas dan seluruh sistemnya akan mengalami keruntuhan karena nilainya yang semakin hari semakin menurun. Uang kertas hanyalah kertas yang diakui bersama sebagai uang. Ketika kepercayaan dan transaksi tidak menggunakan uang kertas maka dengan sendirinnya uang akan runtuh. Ketika uang kertas akan runtuh maka harga barang seolah-olah akan melonjak namun sejatinya nilai uang kertaslah yang menurun, bukan harga barang. Uang elektronik seperti bitcoin jelas bukan solusi, karena memiliki karakteristik yang sama, yaitu tidak memiliki nilai intrinsik. Uang elektronik justru bisa lebih berbahaya karena hanya deretan digit digiatal yang sangat mudah untuk dihapus, dikurangi atau ditambah. Lihatlah kini negara-negara sudah mulai banyak yang meninggalkan uang kertas khususnya dollar atau diistilahkan dedollarisasi. Negara-negara kini berlomba-lomba menyimpan emas untuk persiapan keruntuhan uang kertas. Keruntuhan sisiten zalim uang kertas hanya tinggal menunggu waktu. Dari sekarang alihkan seluruh harta ke dalam harta yang real sesuai anjuran Rasulullah SAW agar harta kita tidak terus menerus mengalami pengurangan nilai. 6. Hijrah total Saat akhir zaman ketika riba telah menyebar, ketika amar ma'ruf nahi mungkar terhadap riba sudah tidak lagi bisa merubah dan menghilangkan kemungkaran riba dan bahkan riba telah mengancam keimanan diri dan keluarga maka berhijrahlah total ketempat yang aman dari fitnah riba dan berbagai fitnah akhir zaman. Pesan Rasulullah SAW hijrahlah bersama jamaah atau kelompok yang dipimpin oleh imam yang memahami agama berdasarkan Quran dan sunnah. "Di antara tanda-tanda hari kiamat sebagaimana yang telah digambarkan oleh Rasulullah kepada sahabatnya Hudzaifa, adalah seperti berikut Manusia akan mengikuti sunnah yang lain dari pada sunnahku dan memberikan panduan lain dari panduanku, jadi kamu akan temukan dari mereka suatu yang dapat diambil dan suatu yang harus ditolak. Aku bertanya apakah akan ada kejahatan setelah kebaikan tersebut dan beliau menjawab Ya, akan ada manusia yang akan menyeru manusia lain ke pintu neraka jahanam dan mencampakkan mereka dengan seruan mereka itu ke dalamnya. Aku meminta Rasulullah untuk menggambarkan mereka kepada kami dan beliau menjawab Mereka adalah dari kalangan kita dan berbicara seperti kita. Aku bertanya apakah perintah yang akan diberikannya kepadaku jika memang terjadi pada zamanku dan beliau menjawab Kamu harus setia kepada jamaat yaitu komunitas kaum yang beriman dan Imam yaitu Ameer atau kepala jamaat yang mana kekuatan diberikan kepadanya melalui metode Baiat atau sumpah setia oleh yang demikian masyarakat dan pemimpinnya akan hidup dengan kehidupan yang menurut Al Quran dan Sunnah dan, oleh sebab itu, merekalah yang benar-benar mendapat pedoman. Aku berkata Jika tidak ada jamaat atau pun Imam? Beliau bersabda Maka berpalinglah dari semua kelompok itu meskipun akar pohon melilitmu hingga maut menjemputmu dan engkau tetap seperti itu." Bukhari, Muslim Jika tidak ada jamaah atau kelompok yang dipimpin oleh imam yang memahami agama berdasarkan Quran dan sunnah maka lebih baik lindungilah keluarga dan tinggalkan semua fitnah dan segala yang berhubungan dengan riba sebagaimana kisah pemuda Ashabul Kahfi. Hijrahlah ke desa atau kampung yang aman dari berbagai fitnah riba. "Harta terbaik yang dapat dimiliki di akhir zaman adalah domba yang akan dibawanya ke kaki bukit dan di kawasan dimana hujan turun, melarikan diri dengan agamanya dari sengketa umum." Bukhari
Selama beribu-ribu tahun lamanya manusia telah hidup di dunia zaman telah berlalu dan mengalami perubahan sesuai dengan perkembangan hidup manusia baca perkembangan islam abad pertengahan . Islam sendiri meyakini bahwa manusia saat ini tengah hidup di akhir zaman dan hari kiamat atau hari akhir dibangkitkannya manusia akan segera tidak ada yang mengetahui kapan hari kiamat itu akan datang kecuali Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Setiap umat Islam tentunya harus mengimani hari akhir atau hari kiamat tersebut karena pada hari tersebut manusia yang sudah mati akan dibangkitkan kembali dan dihisab amal perbuatannyabaca fungsi iman kepada Allah SWT. Hari kiamat atau yang dikenal dengan hari akhir zaman atau yaumul akhir adalah hari dimana umat manusia akan dibangkitkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan ditimbang amal Akhir ZamanMeskipun tidak ada seorangpun yang tahu kapan akan datang hari kiamat ada beberapa hal yang menandai bahwa manusia saat ini tengah berada di akhir zaman atau yang dikenal dengan sebutan Asyrath as saah dan kejadiant tersebut terjadi sekali maupun berulang-ulang. Berikut adalah tanda tanda akhir zaman Diutusnya Nabi Muhammad SAWRasulullah SAW adalah Rasul penutup yang menandakan bahwa kaum manusia saat ini adalah kaun yang hidup di akhir zaman. Rasul bersabda baca keutamaan cinta kepada Rasulullah SAW bagi umatnya Masa diutusnya aku dan hari terjadinya Kiamat seperti dua jari ini’.”Anas Radhiyallahu Anhu berkata, “Dan beliau Shallallahu Alaihi wa Sallam merapatkan jari telunjuk dengan jari tengahnya.” HR. Muslim.Wafatnya Nabi Muhammad SAWDalam suatu hadits Rasul bersabdaHitunglah enam tanda menjelang datangnya hari Kiamat dan beliau Shallallahu Alaihi wa Sallam menyebutkan diantaranya Kematianku’.” HR. Al-Bukhari.Penaklukan Baitul MaqdisPenaklukan baitul maqdis atau yang dikenal dengan masjidil aqsa di Palestina adalah salah satu tanda akhir zaman khususnya yang terjadi pada tahun ke 16 H sebagaimana yang disebutkan dalam hadits baca sejarah peradaban islam dan peninggalan sejarah islamHitunglah enam tanda menjelang datangnya hari Kiamat dan beliau Shallallahu Alaihi wa Sallam menyebutkan diantaranya Penaklukan Baitul Maqdis’.” HR. Al-Bukhari.Mewabahnya Tha’un AmwasRasul bersabda “Hitunglah enam tanda menjelang datangnya hari Kiamat dan beliau Shallallahu Alaihi wa Sallam menyebutkan diantaranya Kemudian banyaknya kematian yang menimpa kalian bagaikan penyakit qu’ash1 kambing’.” HR. Al-Bukhari.Ibnu Hajar berpendapat bahwa wabah penyakit tha’un amwas sudah merebak saat masa kekhalifahan Umar bin Khatab atau pasca penaklukan baitul maqdis. Wabah tersebut terjadi pada tahun 18 H dan menewaskan lebih dari 25000 Harta Hingga Tidak Ada Yang Menerima SedekahDisebutkan dalam hadits rasulullah tanda akhir zaman yang lain adalah berlimpahnya harta dan sulitnya menemukan orang untuk diberi sedekah. baca keutamaan bersedekah“Tidak akan terjadi hari Kiamat hingga harta benda banyak pada kalian, lalu melimpah ruah, sampai-sampai menyusahkan pemilik harta mencari orang yang menerima sedekah darinya, dan seorang dipanggil untuk menghadapnya, lalu dia berkata, Aku tidak memiliki keperluan terhadapnya’.” HR. Al-Bukhari dan Muslim.Munculnya Beragam FitnahFitnah yang dimaksud disini adalah cobaan atau ujian. Sebagaimana tanda ini disebutkan dalam suatu hadits“Sesungguhnya menjelang datangnya hari Kiamat terjadi banyak fitnah,bagaikan bagian malam yang gelap gulita. Seseorang yang di pagi hari dalam keadaan beriman, dan di sore harinya menjadi kafir. Ada yang di sore harinya dalam keadaan beriman, dan di pagi harinya menjadi kafir. Orang yang duduk di saat itu lebih baik daripada orang yang berdiri, orang yang berdiri di saat itu lebih baik daripada orang yang berjalan, dan orang yang berjalan saat itu lebih baik daripada orang yang berlari. Maka patahkanlah busur-busur kalian, putuskanlah tali-tali busur kalian, dan pukulkanlah pedang-pedang kalian ke batu. Jika rumah salah seorang dari kalian dimasuki fitnah, maka jadilah seperti yang terbaik dari kedua anak Adam Habil.” HR. Imam Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan al-HakimBanyaknya Nabi PalsuBermunculannya nabi palsu adalah salah satu tanda akhir zama. Pada masa Rasulullah sendiri setelah Rasul wafat ada beberapa orang yang mengaku sebagai nabi diantaranya yaitu Musailamah al kazzab, Thulaihah bin Khuwailid al-Asadi,serta di masa ini juga muncul nabi palsu seperti Mirza ahmad al qadiyani yang berasal dari India. Rasul bersabda“Tidak akan terjadi hari Kiamat hingga dibangkitkan para dajjal pendusta’ yang jumlahnya mendekati tiga puluh, semuanya mengaku bahwa mereka adalah utusan Allah Rasulullah.” HR BukhariTersebarnya Stabilitas KeamananTanda akhir zaman yang lainnya adalah rasa aman dalam diri manusia dan keamanan yang terjamin disetiap negara. Rasul bersabdaTidak akan terjadi Kiamat hingga seseorang pengendara kendaraanberjalan di antara Irak dan Mekkah tidak merasa takut kecuali takut tersesat di jalan’.” HR AhmadFenomena Api HijazMunculnya api Hijaz pada pertengahan abad ke 7 H yakni pada tahun 654 H adalah salah satu pertanda akhir zaman sesuai dengan sabda nabi Muhammad SAW“Tidak akan terjadi hari Kiamat sampai api keluar dari tanah Hijaz yang menerangi leher-leher unta di Bashra.” Peperangan dengan Bangsa TurkiImam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah RA bahwa Rasululullah SAW bersabda “Tidak akan terjadi hari Kiamat hingga kaum muslimin memerangi bangsa Turki, yaitu kaum yang wajah-wajahnya seperti tameng yang dilapisi kulit, mereka memakai pakaian yang terbuat dari bulu, dan berjalan dengan sandal yang terbuat dari bulu.” HR Muslim baca juga perkembangan islam di EropaPeperangan dengan Bangsa AjamSesungguhnya rasul bersabda bahwa “Tidak akan terjadi hari Kiamat sampai kalian memerangi bangsa Khuz dan bangsa Karman dari kalangan Ajam, bermuka merah, berhidung-hidung pesek, bermata sipit, wajah-wajah mereka bagaikan tameng yang dilapisi kulit, dan sandal-sandal mereka terbuat dari bulu.” HR. Al-BukhariHilangnya AmanatSalah satu tanda akhir zaman adalah hilangnya amanat pada suatu kaum. Sesuai dengan hadits RasulullahJika amanat telah disia-siakan, maka tunggulah Kiamat.’ Abu Hurairah ra bertanya, Wahai Rasulullah, bagaimana amanat itu disia-siakan?’ Beliau Shallallahu Alaihi wa Sallam menjawab, Jika urusan diserahkan kepada selain ahlinya, maka tunggulah Kiamat!’.” HR. Al-BukhariDiangkatnya ilmu dan fenomena KebodohanWafatnya para ulama dan mereka yang berilmu adalah salah satu tanda akhir zaman dan kiamat sudah dekat. Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits berikut baca juga islam dan ilmu pengetahuan “Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu langsung dari para hamba, tetapi mencabut ilmu dengan mewafatkan para ulama, sehingga ketika tidak tersisa lagi seorang alim, maka manusia akan menjadi orang-orang bodoh sebagai pemimpin, lalu mereka ditanya, kemudian mereka akan memberikan fatwa tanpa ilmu, maka mereka seat lagi menyesatkan orang lain.” HR. Al-Bukhari dan MuslimBanyaknya Pasukan dan Pendukung KezhalimanMakin maraknya orang dan pendukung kezhaliman adalah salah satu tanda akhir zaman. Rasul bersabdaDua kelompok manusia penghuni neraka yang belum pernah aku lihat, yaitu golongan orang-orang yang membawa cemeti seperti buntut sapi, mereka memukuli manusia dengannya ”HR MuslimMerebaknya PerzinaanMasalah zina saat ini bukan lagi jadi rahasia besar dan hal yang tabu khususnya di negara barat. Hal ini adalah salah satu pertanda bahwa akhir zaman telah tiba sebagaimana yang disebutkan dalam hadits rasulullah SAW bersabda baca juga cara bertaubat dari zina dan amalan penghapus dosa zinaSesungguhnya diantara tanda-tanda Kiamat adalah ………’ dan beliau Shallallahu Alaihi wa Sallam menyebutkan diantaranya Merebaknya perzinaan’.”Merajalelanya praktek ribaRiba adalah suatu perbuatan mengambil keuntungan dari harta yang dipinjamkan dan hal ini dilarang dalam islam. Merajalelanya praktek riba yang dilakukan oleh bank modern saat ini adalah salah satu tanda akhir zaman sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut baca juga cara menghindari riba dan hukum riba dalam islamSungguh akan datang suatu zaman pada manusia, seseorang tidak peduli lagi dengan status kehalalan atau keharaman harta yang ia peroleh” HR BukhariFenomena anggapan alat musik adalah halalTanda yang lain adalah musik yang semakin merebak dan orang menganggapnya halal. Sebagaimana disebutkan dalam hadits“Kelak terjadi dari umatku beberapa kaum yang menghalalkan zina, sutra, khamer dan alat-alat musik. Dan sungguh ada beberapa kaum yang akan singgah di suatu pegunungan yang tinggi, pada sore harinya seorang pengembala menjambangi mereka dengan membawa hewan ternaknya, mereka didatangi –oleh pengembala fakir itu- untuk suatu kebutuhan, lalu mereka berkata Kembalilah kepada kami besok.’ Maka di malam harinya Allah membinasakan mereka dan hancurlah gunung tersebut, dan merubah sebagian mereka menjadi kera dan babi sampai hari kiamat.”Maraknya peredaran Minuman Keras atau khamerMinuman keras atau minuman beralkohol haram hukumnya dan salah satu tanda akhir zaman adalah merebaknya khamer atau minuman keras tersebut. Sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut baca juga minuman haram menurut islamDiantara tanda-tanda Kiamat adalah ………..dan beliau Shallallahu Alaihi wa Sallam menyebutkan diantaranya Maraknya minuman khamer ’.” HR MuslimBerlomba-lomba Menghiasi MasjidSebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas RA bahwa Rasul bersabda “Sungguh kamu akan menghiasinya masjid-masjidmu sebagaimana bangsa Yahudi dan Nashrani menghias tempat-tempat ibadah mereka.” HR. Al-BukhariBerlomba-lomba Meninggikan BangunanSaat ini setiap negara dan wilayah berlomba-limba mendirikan gedung yang tinggi dan hal ini adalah salah satu tanda akhir zaman. Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits“Dan bahwa engkau akan menyaksikan orang yang bertelanjang kaki dan badan, lagi miskin yang mengembala domba, berlomba-lomba meninggikan bangunan.” HR MuslimBudak Wanita Melahirkan TuannyaTanda selanjutnya adalah adanya seorang wanita yang melahirkan tuannya, maksudnya adalah sang ibu nantinya akan melayani anak yang ia lahirkan seperti tuannya. Seperti yang disebutkan dalam hadits “Aku kabarkan kepadamu tentang tanda-tandanya, yaitu jika seorang budak wanita melahirkan tuannya.” Muttafaqun AlaihiMaraknya PembunuhanBanyaknya kasus pembunuhan keji yang terjadi saat ini adalah salah satu pertanda akhir zaman yang disebutkan dalam hadits berikut“Tidak akan datang hari Kiamat hingga banyak al-harj.” Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah al-harj itu?” Beliau menjawab, “Pembunuhan, pembunuhan.” HR. Muslim.Zaman Semakin SingkatSemakin cepatnya waktu berlalu adalah salah satu pertanda bahwa kiamat sudah semakin dekat/ Dari Abu Hurairah RA, “Rasulullah SAW bersabda “Tidak akan terjadi hari Kimat hingga zaman semakin singkat, maka jadilah setahun bagaikan sebulan, sebulan bagaikan sepekan, sepekan bagaikan hari jum’at seperti sehari, sehari bagaikan sejam, dan sejam bagaikan seperti terbakarnya pelepah pohon kurma cepat sekali, pent..” HR Ahmad, at-Tirmidzi, dan Al-Albani meshahihkannya.Pasar Semakin berdekatanSemakin merebaknya pasar atau tempat berjual beli adalah salah satu tanda akhir zaman. Rasul bersabda “Tidak akan terjadi hari Kiamat hingga muncul berbagai fitnah, banyaknya kebohongan dan berdekatannya pasar.” HR. AhmadFenomena KemusyrikanSesungguhnya rasul bersabda dan menyebutkan bahwa salah satu pertanda akhir zaman adalah banyaknya fenomena kemusyrikan atau orang yang menyekutukan Allah SWT sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut baca syirik dalam islam “Jika pada umatku pedang telah diletakkan, maka ia tidak akan pernah diangkat darinya sampai hari Kiamat, dan tidak akan terjadi hari Kiamat hingga beberapa kabilah dari umatku mengikuti kaum musyrikin, dan beberapa kabilah dari umatku menyembah berhala.”Menjamurnya Perbuatan dan Ucapan Keji atau Fasha, Putusnya Silaturahmi, dan Buruknya Hubungan antar tetanggaTanda akhir zaman yang lainnya adalah orang semakin mudah berbuat dan berkata keji, semakin mudahnya memutus silaturahmi dan hubungan antar tetangga yang buruk, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits berikut “Tidak akan terjadi hari Kiamat hingga muncul banyak perbuatan dan perkataan keji, pemutusan silaturahmi, dan jeleknya hubungan bertetangga.” Orangtua Bergaya Anak MudaTanda akhir zaman ini banyak kita temui saat ini, para orangtua yang berpakaian dan bertingkah laku seperti anak muda. Hal ini disebutkan dalam hadits berikut Akan ada di akhir zaman satu kaum yang menyemir rambut mereka dengan warna hitam bagaikan dada burung merpati, mereka tidak akan pernah mencium harumnya surga’.” HR. Ahmad.Maraknya kekikiranSemakin banyak orang kikir dan merebaknya kebakhilan adalah salah satu tanda akhir zaman yang disebutkan dalam hadits berikut “Zaman semakin berdekatan, amal berkurang dan kekikiran dilemparkan ke dalam hati.” HR. Al-BukhariMaraknya PerdaganganPerdagangan yang banyak dipraktekkan saat ini adalah salah satu tanda akhir zaman yang disebutkan oleh rasulullah SAW “Menjelang datangnya hari Kiamat, salam hanya diucapkan kepada orang-orang tertentu, dan merebaknya perdagangan hingga seorang wanita turut serta bersama suaminya dalam berdagang.”Banyaknya Peristiwa Gempa BumiBumi yang didiami oleh manusia semakin tua dan pergeseran lempeng benua yang menua membuat gempa semakin sering terjadi. Hal ini adalah salah satu tanda akhir zaman. Rasulullah SAW bersabda “Tidak akan terjadi hari Kiamat hingga terjadi banyak peristiwa gempa bumi.” HR. Al-BukhariBanyaknya Orang-Orang yang Ditenggelamkan ke Dalam Bumi, Diubah Raut Wajahnya dan Dilempar BatuTanda terakhir yang menjadi pertanda datangnya kiamat semakin dekat, disebutkan dalam hadits berikut ini “Akan ada pada akhir umatku orang-orang yang ditenggelamkan ke dalam bumi, dirubah rawut wajahnya, dan dilempari batu.” Aisyah Radhiyallahu Anha berkata Aku bertanya, Wahai Rasulullah, apakah kami akan dibinasakan sementara masih ada orang-orang soleh ditengah-tengah kami?. Beliau menjawab, “Benar, ketika kemaksiatan telah merajalela.”Demikian tanda-tanda akhir zaman yang telah terjadi dan berlangsung hingga saat ini. Untuk itulah seorang umat muslim harus senantiasa waspada dan meningkatkan ibadahnya kepada allah SWT karena kiamat pasti akan datang meskipun tanda-tanda kiamat besar belum nampak.
riba di akhir zaman