TeknologiInformasi adalah teknologi yang menggabungkan komputasi (komputer) dengan jalur komunikasi berkecepatan tinggi yang membawa data, suara, dan video. Pendapat tersebut dikemukakan oleh Select one:
PengertianGiro (Demand Deposit) Pengertian simpanan giro atau yang lebih populer disebut rekening giro menurut UU Perbankan No. 10 Tahun 1998, Giro adalah Simpanan yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, bilyet giro, saran perintah pembayaran lainnya atau dengan cara pemindahbukuan.
CustomerDemand A. Customer Menurut Kotler dan Armstrong ( 2003), konsumen/ pelanggan diartikan sebagai orang- orang yang membeli dan menggunakan produknya atau orang- orang yang berinteraksi dengan perusahaan setelah menghasilkan produk. Konsumen terbagi menjadi 3 yaitu, Konsumen Internal, Konsumen Intermediate, dan Konsumen Eksternal.
Adakepuasan, berarti kerja "demand" berhasil menguasai pelanggan dan inilah yang disebut dengan "kepuasan, satisfaction" Apapun jenis pekerjaan seseorang dalam satu naungan lembaga & institusi, besaran "task and function" hanya dibagi kepada dua bagian yang terhubung satu sama lain, yakni demand and supply. Demand bermakna segala usaha dan ikhtiar lembaga pemberi pelayanan mengenalkan produk/program terbaik untuk diterima, dibeli dan digunakan sebagai bagian dari pilihan.
Support(demand) adalah level harga dimana lebih banyak buyer yang bersedia membelidibanding seller pada level harga tertentu. Resistance (supply) adalah dimana lebih banyak tersedia supply dibanding buyer yang bersedia membeli supply tersebut pada level hargatertentu.
Sebuahgaris bagi yang tegak lurus (selalu, kadang-kadang, tidak pernah) memiliki titik sebagai titik akhir. Apa yang disebut titik ujung segitiga? Titik ujung segitiga memiliki nama formal simpul. Apakah segmen dari titik sudut segitiga ke titik tegak lurus dengan sisi yang berlawanan? Setiap ketinggian adalah segmen tegak lurus dari sebuah
ihVtYCN. Hot news >> Di dalam ilmu ekonomi, ada yang disebut sebagai permintaan demand dan kurva permintaan curve demand. Lalu, apa itu kurva permintaan? Bagaimana hukum permintaan law of demand? Pada kesempatan ini, invesnesia akan berfokus untuk menyajikan materi atau makalah kurva permintaan. Namun sebelum itu, ada baiknya kamu mengenal secara singkat apa itu demand. Contents1 Pengertian Permintaan Demand2 Apa Itu Kurva Permintaan?3 Contoh Kurva Permintaan4 Hukum dan Kurva Permintaan5 Faktor yang Memengaruhi Permintaan Demand 1. Harga Produk Price of The Product 2. Pendapatan Konsumen The Consumer’s Income 3. Harga Barang Terkait The Price of Related Goods 4. Selera atau Preferensi 5. Ekspektasi 6. Jumlah Konsumen di Pasar6 Kenapa Kurva Permintaan Miring ke Bawah? Pengertian Permintaan Demand Dalam ilmu ekonomi, permintaan atau demand adalah suatu keinginan dari konsumen untuk memiliki suatu barang yang didukung oleh kecukupan uang untuk membayar barang yang diminta. Jadi, di dalam ekonomi, yang paling utama adalah permintaan yang efektif effective demand – keinginan untuk membeli produk yang diikuti oleh kemampuan finansial untuk membelinya. Contoh, kamu ingin membeli mobil, maka kamu harus memiliki cukup uang untuk setidaknya menyediakan uang muka atau down payment DP jika membayar secara kredit. Pembahasan lebih lengkap tentang permintaan demand, silakan baca di sini Materi tentang Demand. Apa Itu Kurva Permintaan? Permintaan sering kali diilustrasikan menggunakan grafik yang dikenal sebagai kurva permintaan atau curve demand. Pengertian kurva permintaan adalah representasi grafis dari hubungan antara harga barang atau jasa dan kuantitas yang diminta untuk periode waktu tertentu. Dalam representasi tipikal, harga akan muncul di sumbu vertikal kiri, sedangkan kuantitas yang diminta berada pada sumbu horizontal. Contoh Kurva Permintaan Berikut ini adalah contoh kurva permintaan bulanan dari seorang wanita cantik bernama Kekeyi untuk pembelian pizza beku. Perhatikan bahwa kurva permintaan dapat dibaca di kedua arah. Artinya, selain menunjukkan berapa banyak pizza beku yang akan dibeli Kekeyi per bulan dengan harga tertentu. Kurva permintaan tersebut juga menunjukkan seberapa banyak Kekeyi akan bersedia membayar per pizza untuk sejumlah pizza tertentu. Contoh, Kekeyi bersedia membayar $ 4 per pizza untuk 4 pizza per bulan. Selain membuat grafik kurva permintaan individu untuk suatu barang, kamu juga bisa membuat grafik kurva permintaan pasar untuk suatu barang. Tujuannya yaitu untuk melihat seberapa banyak barang yang akan dibeli secara kolektif oleh setiap orang pada setiap harga satuan. Permintaan pasar market demand untuk suatu barang hanyalah agregat atau jumlah dari permintaan setiap konsumen untuk barang itu. Hukum dan Kurva Permintaan Hukum dan kurva permintaan adalah salah satu elemen penting di dalam ilmu ekonomi. Hukum permintaan mengungkapkan hubungan fungsional antara harga dan kuantitas yang diminta suatu barang sehingga ini akan berdampak pada kurva permintaan. Menurut hukum permintaan, hal-hal lain akan dianggap tetap atau konstan ceteris paribus. Misalnya, jika harga suatu komoditas turun, kuantitas yang diminta akan naik dan, jika harga barang naik, kuantitas yang diminta akan turun, cateris paribus. Jadi, ada hubungan terbalik antara harga dan kuantitas yang diminta. Contoh, Kekeyi membeli lebih banyak unit apel ketika harganya turun dari $ 4 per unit ke $ 2 per unit. Sebagai tambahan, hukum permintaan hanya berlaku jika kondisi tertentu terpenuhi. Asumsi hukum permintaan yaitu sebagai berikut Pendapatan konsumen tidak berubah. Jika pendapatan konsumen meningkat atau menurun, hukum tidak akan berlaku. Selera dan preferensi orang tetap tidak berubah; dan Harga pengganti dan pelengkap tidak berubah. Hukum permintaan dapat dijelaskan dengan bantuan jadwal permintaan dan melalui kurva permintaan. Jadwal permintaan ditunjukkan seperti di bawah. Terlihat pada tabel bahwa bila harga komoditas apel adalah $ 8 per unit, konsumen hanya membeli 5 unit. Namun, bila harga apel $ 2 per unit, konsumen akan membeli 10 unit komoditas. Jadi, saat harga turun, konsumen membeli lebih banyak komoditas dan sebaliknya. Lalu bagaimana bentuk contoh kurva permintaan dari komoditas apel tersebut? Coba perhatikan kurva permintaan apel di atas. Di sepanjang sumbu x, kuantitas diukur dan harga komoditas di sepanjang sumbu y diukur. Dengan menggabungkan berbagai titik atau kombinasi harga dan kuantitas yang diminta, diperoleh kurva dd’ yang turun dari kiri ke kanan. Penarikan inilah yang disebut sebagai kurva permintaan. Kurva permintaan dengan jelas menunjukkan bahwa harga berbanding terbalik dengan kuantitas yang diminta. Saat harga turun, permintaan naik dan menyusut saat harga komoditas naik. Perlu dicatat di sini bahwa asumsi “faktor yang menentukan permintaan barang” bersifat konstan atau cateris paribus. Pertanyaan selanjutnya, apa saja faktor-faktor memengaruhi permintaan demand? Faktor yang Memengaruhi Permintaan Demand Pergeseran dalam kurva permintaan sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Berikut ini beberapa faktor yang memengaruhi permintaan suatu barang. 1. Harga Produk Price of The Product Ada hubungan terbalik negatif antara harga suatu produk dan jumlah produk yang dapat dibeli oleh konsumen. Konsumen ingin membeli lebih banyak produk dengan harga rendah dan membeli lebih sedikit produk dengan harga tinggi. Hubungan terbalik antara harga dan jumlah konsumen yang mau dan mampu membeli ini sering disebut sebagai The Law of Demand. 2. Pendapatan Konsumen The Consumer’s Income Pengaruh pendapatan terhadap jumlah produk yang dapat dibeli oleh konsumen bergantung pada jenis barang tertentu. Untuk sebagian besar barang, ada hubungan positif langsung antara pendapatan konsumen dan jumlah barang yang mampu dibeli. Dengan kata lain, untuk barang-barang ini ketika pendapatan meningkat, permintaan akan produk tersebut akan meningkat; ketika pendapatan turun, permintaan produk akan menurun. Istilah pada barang jenis ini disebut sebagai barang normal normal goods. Namun, untuk beberapa barang, pengaruh perubahan pendapatan malah bersifat sebaliknya. Dengan kata lain, ketika pendapatan meningkat, kamu justru tidak membeli barang yang biasa dibeli ketika pendapatan belum meningkat. Sebagai contoh, ketika pendapatan kamu Rp 3 juta per bulan, kamu akan membeli ayam goreng pinggir jalan. Ketika pendapatan kamu naik menjadi Rp 6 juta per bulan, kamu tidak lagi mau beli ayam goreng pinggiran, dan malah membeli ayam KFC. Jika ini masalahnya ketika pendapatan naik, kamu bersedia membeli produk yang lebih berkualitas, maka akan ada hubungan terbalik antara pendapatan dan permintaan untuk jenis produk tersebut. Nah, barang jenis ini dapat disebut sebagai barang inferior inferior good. Istilah inferior di dalam ilmu ekonomi hanya berarti bahwa ada hubungan terbalik antara pendapatan seseorang dan permintaan akan barang itu. Juga, apakah barang itu normal atau inferior mungkin berbeda dari orang ke orang. Suatu produk mungkin merupakan barang normal untuk kamu, tetapi barang inferior untuk orang lain. Yang perlu digarisbawahi, barang inferior belum tentu barang berkualitas rendah. Mengenai pendapatan, efeknya terhadap jumlah yang bersedia dan mampu dibeli tergantung pada jenis barang yang dibicarakan. Pikirkan tentang dua barang yang biasanya dikonsumsi bersama, atau barang komplementer. Misalnya roti tawar dan meses. Jika harga roti tawar naik, hukum permintaan akan menjelaskan bahwa konsumen akan bersedia membeli lebih sedikit roti tawar. Tetapi jika konsumen menginginkan lebih sedikit roti tawar, penggunaan meses juga akan lebih sedikit karena biasanya digunakan secara bersamaan dengan roti tawar. Oleh karena itu, kenaikan harga roti tawar berarti konsumen akan mengurangi pembelian meses. Ketika dua barang menjadi komplemen, ada hubungan terbalik antara harga satu barang dan permintaan barang lainnya. Di sisi lain, beberapa barang dianggap sebagai barang substitusi satu sama lain konsumen tidak mengonsumsi keduanya secara bersamaan, tetapi memilih untuk mengonsumsi salah satu di antaranya. Sebagai contoh, untuk beberapa orang kopi dan teh adalah pengganti seperti halnya barang inferior, apa yang menjadi barang pengganti untuk satu orang belum tentu menjadi pengganti untuk orang lain. Jika harga kopi naik, teh mungkin relatif lebih menarik. Hukum permintaan menjelaskan bahwa lebih sedikit orang yang akan membeli kopi; beberapa orang mungkin memutuskan untuk beralih ke teh. Jadi, dapat dikatakan bahwa ketika dua barang menjadi substitusi, ada hubungan positif antara harga satu barang dan permintaan barang lainnya. 4. Selera atau Preferensi Konsumen Selera atau preferensi setiap konsumen pasti berbeda-beda. Ada yang suka manis, ada yang suka pedas, ada yang suka asin. Dengan kata lain, jenis barang ini bersifat tidak berwujud namun dapat berdampak besar pada permintaan demand. Namun, ada banyak hal yang dapat mengubah selera atau preferensi seseorang yang menyebabkan orang ingin membeli lebih banyak atau lebih sedikit suatu produk. Sebagai contoh, jika seorang selebriti mempromosikan produk kecap manis, hal ini dapat meningkatkan permintaan akan kecap manis tersebut. Di sisi lain, studi kesehatan baru saja keluar yang mengatakan bawah ada dampak buruk kecap manis bagi kesehatan. Hal ini dapat menurunkan permintaan produk. Contoh lain, seseorang mungkin memiliki permintaan payung lebih tinggi pada hari hujan daripada pada hari yang cerah. 5. Ekspektasi Konsumen Tidak hanya masalah apa yang sedang terjadi – ekspektasi seseorang untuk masa depan juga dapat memmengaruhi seberapa banyak produk yang ingin dan mampu dibeli. Misalnya, jika konsumen mendengar bahwa Apple akan segera memperkenalkan iPod baru yang memiliki lebih banyak memori dan masa pakai baterai lebih lama, konsumen mungkin memutuskan untuk menunggu untuk membeli iPod sampai produk baru keluar. Ketika orang-orang memutuskan untuk menunggu, mereka menurunkan permintaan iPod saat ini karena apa yang mereka harapkan akan terjadi di masa depan. Demikian pula, jika konsumen mengharapkan harga bensin naik besok, konsumen dapat mengisi bahan bakar kendaraan sekarang. Jadi, permintaan bensin hari ini akan meningkat karena apa yang diperkirakan akan terjadi besok. Di Indonesia misalnya, ketika ada isu harga BBM naik, orang-orang berbondong mengisi BBM dengan tambahan jerigen. 6. Jumlah Konsumen di Pasar Semakin banyak atau sedikit konsumen yang memasuki pasar, secara umum hal ini berdampak langsung pada jumlah produk yang dapat dibeli oleh konsumen. Sebagai contoh, warung Padang yang terletak di dekat Universitas akan memiliki lebih banyak permintaan sehingga penjualan lebih tinggi selama musim perkuliahan. Sedangkan bila libur semester tiba, siswa akan lebih banyak pulang kampung sehingga Universitas menjadi sepi. Hal ini akan berdampak pada permintaan produk warung Padang karena jumlah konsumen telah menurun secara signifikan. Kenapa Kurva Permintaan Miring ke Bawah? Pada dasarnya, ada tiga pendekatan atau alasan kenapa kurva permintaan bergerak miring ke bawah. Pertama, utilitas marjinal semakin berkurang. Singkatnya, utilitas marjinal marginal utility adalah tingkat kepuasan konsumsi yang diperoleh ketika meningkatkan jumlah konsumsi. Hukum marjinal menyatakan bahwa ketika konsumen meningkatkan konsumsi produk, utlitilas marjin akan berkurang. Contoh, kamu punya uang Rp 50 ribu dan ingin sekali makan bakso yang harganya Rp 10 ribu per bungkus. Kamu melakukan pembelian untuk satu bungkus. Ternyata, kamu belum kenyang dan ingin membeli lagi satu bungkus. Setelah memakan satu bungkus tambahan bakso, barulah merasa kenyang. Meskipun, kamu masih memiliki sisa uang Rp 30 ribu, tentu kamu akan berpikir untuk beli bakso lagi karena selain sudah kenyang, kenikmatan makan bakso juga akan berkurang. Alasan kedua, efek pendapatan. Diasumsikan ketika harga produk turun, maka pendapatan riil masyarakat akan meningkat. Kenapa? Karena dengan pendapataan saat ini, masyarakat bisa memperoleh lebih banyak produk ketika harganya turun. Sebaliknya, bila harga produk naik, pendapatan riil masyarakat akan turun karena masyarakat akan memperoleh jumlah produk yang lebih sedikit ketika harganya naik. Contoh, kamu memiliki gaji Rp 4 juta sebulan. Biasanya, kamu menghabiskan Rp 2 juta untuk biaya makan sebulan. Ternyata, harga bahan pokok naik, sehingga pendapatan riil kamu akan berkurang. Kenapa? Karena uang Rp 2 juta tidak lagi cukup untuk makan sebulan. Begitu sebaliknya, ketika harga bahan pokok turun, pendapatan riil akan meningkat karena dengan Rp 2 juta bisa untuk biaya makan lebih dari 1 bulan. Alasan terakhir, efek substitusi. Hal ini berkaitan dengan barang alternatif yang bersifat substitusi, yaitu barang yang memiliki kesamaaan manfaat dan utilitas. Misalnya, kopi dan teh. Jika harga kopi naik, orang akan lebih banyak membeli teh. Sebaliknya, jika harga kopi turun, orang akan lebih sedikit membeli teh dan membeli kopi lebih banyak. Efek substitusi hanya berlaku untuk barang normal dan tidak berlaku untuk barang Gifen. Simpulan Permintaan atau demand adalah tentang keinginan konsumen untuk memiliki suatu produk. Untuk menggambarkan permintaan, maka diilustrasikan dengan sebuah kurva permintaan, yaitu menjelaskan tentang hubungan antara suatu produk dan kuantitas yang diminta. Kurva permintaan sangat berkaitan dengan hukum permintaan yang menjelaskan bahwa bila harga produk naik, permintaan turun. Sebaliknya, bila haga barang turun, permintaan naik. Dengan asumsi, faktor-faktor yang memengaruhi permintaan bersifat konstan, atau cateris paribus. Jika faktor-faktor tidak terpenuhi, maka hukum permintaan tidak berlaku. Hot news >>
Pertemuan 1 1. Proses mengukur keluaran dari sistem yang dibandingkan dengan suatu standar tertentu, adalah jenis pengendalian…. a. Feedback control system b. Preventive control system c. Feed forward control system d. Semua salah e. Semua benar 2. Sistem yang beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi adalah sistem…. a. Sistem Tak Tentu b. Sistem Phisik c. Sistem Abstrak d. Sistem Tertentu e. Sistem Alamiah 3. Nilai informasi dapat diukur dari 2 segi yaitu… a. Kualitas & Manfaat b. Akurat & Manfaat c. Manfaat & Biaya untuk mendapatkannya d. Tepat waktu & Akurat e. Realita & Relevan 4. Daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya, adalah karakteristik sistem… a. Boundary b. Environment c. Output d. Interface e. Input 5. Sistem Teologi merupakan contoh dari sistem… a. Sistem Tertentu b. Sistem Alamiah c. Sistem Phisik d. Sistem Abstrak e. Sistem Tak Tentu 6. Mengendalikan sistem dimuka sebelum proses dimulai merupakan pengendalian… a. Feedback control system b. Feed forward control system c. Preventive control system d. Semua salah e. Semua benar 7. Media penghubung antara satu subsistemdengan subsistem lainnya disebut juga… a. Environment b. Interface c. Input d. Boundary e. Output 8. Informasi harus bebas dari kesalahan dan tidak bias merupakan kualitas informasi… a. Tepat waktu b. Efektif c. Akurat d. Relevan e. Manfaat 9. Bagian dari fakta yang mengandung arti, yang dihubungkan dengan kenyataan, simbol-simbol, adalah definisi… a. Informasi b. Sistem c. Sistem Data d. Data e. Sistem Informasi 10. Contoh dari sistem tak tentu adalah… a. Program komputer b. Prakiraan cuaca c. Rotasi bumi d. Mesin ATM e. Sistem Teologi Pertemuan 2 1. Sistem Informasi Manajemen adalah tipe sistem informasi yang digunakan oleh…. a. Data entry b. Operator c. Top Management d. Midle Management e. Low Management 2. Yang disebut sebagai sisi suply adalah… a. Data b. Teknologi Informasi c. Pengolahan data d. Sistem Informasi e. Basis data 3. Blok komponen sistem informasi yang terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di dasar data untuk menghasilkan keluaran, adalah… a. Blok Model b. Blok Basis data c. Blok Masukan d. Blok Teknologi e. Blok Keluaran 4. Yang bukan dalam komponen perusahaan adalah… a. Performance b. Prosedur c. Teknologi informasi d. Pelanggan e. Supplier 5. Tipe sistem informasi yang digunakan oleh low management adalah…. a. Decision Support System b. Management Information System c. Expert System d. Data Processing System e. Office Automation 6. Yang disebut sebagai sisi demand adalah… a. Teknologi Informasi b. Sistem Informasi c. Basis data d. Data e. Pengolahan data 7. Tipe sistem informasi yang digunakan untuk perencanaan strategi organisasi bagi manajemen tingkat atas adalah… a. Office Automation b. Management Information System c. Expert System d. Data Processing System e. Decision Support System Feedback 8. Yang disebut sebagai “Tool Box” pada komponen sistem informasi adalah… a. Blok Basis data b. Blok Keluaran c. Blok Teknologi d. Blok Model e. Blok Masukan 9. Perangkat lunak dan perangkat keras termasuk dalam komponen sistem informasi… a. Blok Keluaran b. Blok Masukan c. Blok Model d. Blok Basis data e. Blok Teknologi 10. Teknologi Informasi adalah teknologi yang menggabungkan komputasi komputer dengan jalur komunikasi berkecepatan tinggi yang membawa data, suara, dan video. Pendapat tersebut dikemukakan oleh… a. Haaq dan Keen b. Jogiyanto c. Bill Gates d. Williams dan Sawyer e. Martin Pertemuan 3 1. Yang bukan termasuk klasifikasi komputer berdasarkan kemampuannya, adalah… Select one a. Small Scalle Computer b. Mini Scalle Computer c. Medium Scalle Computer d. a & c benar e. Large Scalle Computer 2. Pada komputer generasi ketiga komponennya menggunakan… a. MOS b. Integrated circuit c. VLSI d. Tabung hampa e. Transistor 3. Komputer yang digunkan untuk kegiatan aplikasi bisnis dan aplikasi teknik termasuk jenis komputer… a. Hybrid computer b. Analog computer c. Digital computer d. General computer e. Specially computer 4. Kumpulan transistor yang dipadatkan dalam komponen elektronika, adalah merupakan… a. Vacum tubes b. VLSI c. LSI d. Transistor e. Integrated Circuit 5. Jenis komputer yang digunakan untuk data yang sifatnya kontinyu dan bukan data yang berbentuk angka, tetapi dalam bentuk phisik adalah… a. Digital computer b. Specially computer c. Analog computer d. Hybrid computer e. General computer 6. Komputer mempunyai kemampuan dalam berbagai bidang sehingga disebut sebagai Kecerdasan Buatan, merupakan ciri generasi komputer ke… a. 3 b. 2 c. 5 d. 4 e. 1 7. Komponen dalam data processing system yang berupa program-program dan teknik-teknik lain untuk mengontrol sistemdisebut juga… a. Hardware b. Firmware c. Brainware d. Software e. Shareware 8. Berikut ini merupakan aspek teknis dari sistem komputer, kecuali… a. Software b. Hardware c. Brainware d. Firmware e. b & c benar 9. Solid state devices digunakan sebagai komponen pada generasi komputer ke… a. 3 b. 1 c. 5 d. 2 e. 4 10. Online data processing mulai dikenal pada generasi komputer ke… a. 1 b. 2 c. 4 d. 5 e. 3 Pertemuan 4 1. Bilangan yang memiliki absolute digit 0 dan 1 adalah… a. Bilangan Heksadesimal b. Bilangan nominal c. Bilangan Oktal d. Bilangan Desimal e. Bilangan Biner 2. Sistem bilangan Oktal berbasis… a. 16 b. 10 c. 8 d. 2 3. 1012 + 1102=…2 a. 10112 b. 11102 c. 10012 d. 11012 e. 10002 4. 138 + 258=…8 a. 388 b. 528 c. 488 d. 408 e. 508 5. 5510 =….2 a. 1101112 b. 111002 c. 1011002 d. 1010112 e. 1100112 6. Huruf A pada bilangan heksadesimal bernilai… a. 12 b. 14 c. 13 d. 11 e. 10 7. Suatu sistem bilangan menggunakan suatu bilangan dasar, disebut juga… a. Potitioanal value b. Radix c. System Numeric d. Absolute digit e. Number system 8. Absolute digit dari bilangan Oktal adalah…. a. 1 8 b. 1 6 c. 0 8 d. 0 7 e. 1 7 9. A1B16=…2 a. 1011000110112 b. 1011001110112 c. 1010000110112 d. 1110000110112 e. 1101000110112 10. 10011102 =…8 a. 1168 b. 1618 c. 168 d. 6618 e. 6116 Pertemuan 5 1. Kode yang terdiri atas 16 kombinasi adalah… a. BCD b. SBCDIC c. EBCDIC d. ASCII e. Decimal 2. Kodekan 75 dengan menggunakan BCD… a. 0111 1011 b. 1011 1111 c. 1001 1011 d. 0011 1100 e. 0111 0101 3. Kode yang digunakan mulai pada generasi ketiga adalah… a. Decimal b. BCD c. EBCDIC d. SBCDIC e. ASCII 4. Kode yang bertujuan untuk membuat kode biner standar yang dikembangkan oleh ANSI Amerika Nasional Standard Information, adalah… a. EBCDIC b. Kode Hollerith c. SBCDIC d. BCD e. ASCII 5. Kombinasi lubang pada punch card, adalah contoh kode… a. Kode Hollerith b. SBCDIC c. ASCII d. BCD e. EBCDIC Pertemuan 6 1. Untuk memecahkan masalah, membuka kreativitas, dan meningkatkan dan efisien dalam melakukan pekerjaan, merupakan… a. Prinsip teknologi informasi b. Tujuan teknologi informasi c. Pengertian teknologi informasi d. Perlunya teknologi informasi e. Fungsi teknologi informasi 2. Evolusi perkembangan komputer diawali dengan era… a. Komputerisasi b. Teknologi Informasi c. Sistem Informasi d. Globalisasi Informasi e. Internasionalisasi 3. Perpaduan dari teknologi digital dengan telekomunikasi, terdapat pada era… a. Globalisasi Informasi b. Komputerisasi c. Teknologi Informasi d. Sistem Informasi e. Internasionalisasi 4. Penekanan pada pentingnya peranan teknologi informasi, terdapat pada era… a. Sistem Informasi b. Teknologi Informasi c. Komputerisasi d. Globalisasi Informasi e. Internasionalisasi 5. Rencana pengembangan Sisfo untuk jangka pendek, jangka menengah, jangka panjang, yaitu output berupa… a. Laporan b. Transparansi c. Sistem Informasi d. Teknologi informasi e. Blue Print 6. Yang bukan dimensi utama yang harus diperhatikan sehubungan dengan aset SDM adalah… a. Pengetahuan bisnis b. a & c benar c. Keahlian teknis d. Orientasi pada pemecahan masalah e. Kepemimpinan 7. Hubungan teknologi informasi sebagai suatu entitas dengan manajemen pengambil keputusan, disebut juga… a. Strategi Teknologi b. Perencanaan Teknologi c. Relasi d. Teknologi informasi e. Relasi Teknologi 8. Karakteristik utama dari aset teknologi adalah… a. Manajemen pengambil keputusan b. Arsitektur teknologi informasi c. kerangka standar d. infrastruktur teknologi informasi e. a & c benar 9. “High-Tech-High-Touch” adalah merupakan… a. Prinsip teknologi informasi b. Tujuan teknologi informasi c. Pengertian teknologi informasi d. Fungsi teknologi informasi e. Perlunya teknologi informasi 10. Yang bukan termasuk keuntungan penerapan teknologi informasi… a. Ketepatan b. Kecepatan c. Keefektifan d. Konsistensi e. Keandalan
- Permintaan demand dalam ekonomi memiliki arti keseluruhan jumlah barang atau jasa yang dapat diminta pada berbagai tingkat harga, waktu, dan tempat dari Sumber Belajar Kemendikbud, dalam kegiatan ekonomi terdapat permintaan demand dan penawaran supply yang saling bertemu kemudian membentuk satu titik pertemuan dalam satuan harga dan kuantitas jumlah barang.Hukum permintaan berbunyi, “Semakin turun tingkat harga, maka semakin banyak jumlah barang yang tersedia diminta, dan sebaliknya semakin naik tingkat harga semakin sedikit jumlah barang yang bersedia diminta.” Sementara, yang bertindak melakukan permintaan adalah pembeli, sedangkan penjual bertindak sebagai pemberi penawaran. Dalam transaksi antara penjual dan pembeli terjadi proses tawar-menawar yang merupakan proses kesepakatan pada harga tertentu. Setiap transaksi perdagangan tentu terdapat permintaan, penawaran, harga, dan kuantitas yang saling memengaruhi satu sama lain. Dalam ekonomi terdapat istilah Harga keseimbangan atau harga pasar Equilibrium Price, yaitu tinggi rendahnya tingkat harga yang terjadi akibat kesepakatan antara produsen penawaran dengan konsumen permintaan. Harga keseimbangan terjadi apabila produsen penawaran bersedia melepas barang/jasa, sedangkan konsumen permintaan bersedia membayar kurva harga keseimbangan terjadi titik temu antara kurva permintaan dan kurva penawaran, yang disebut Equilibrium Permintaan Mengutip buku Ekonomi Kelas X 2020, jenis-jenis permintaan dibedakan menjadi dua, yaitu a. Berdasarkan Jumlah Permintaan1 Permintaan Individu , yaitu jumlah permintaan masing-masing individu terhadap barang atau jasa pada berbagai tingkat Permintaan Pasar, yaitu gabungan jumlah permintaan individu-individu terhadap barang atau jasa pada tingkat harga tertentu secara Berdasarkan Daya Belinya1 Permintaan Efektif, yaitu permintaan yang disertai daya beli, kemampuan membeli, dan tindakan Permintaan Potensial, yaitu permintaan yang disertai daya beli, kemampuan membeli, tetapi belum melakukan Permintaan Absolut, yaitu permintaan tanpa disertai dengan daya beli dan kemampuan yang Memengaruhi Permintaan Berikut beberapa faktor yang mempengaruhi permintaan demanda. Harga Barang Itu SendiriApabila harga suatu barang naik, kecenderungan permintaan terhadap barang itu akan berkurang dan hal ini berlaku juga sebaliknya. Apabila harga suatu barang turun, kecenderungan permintaan terhadap barang itu akan bertambah dan hal ini berlaku juga sebaliknya. b. Barang Lain yang TerkaitMaksud dari barang lain yang terkait adalah barang substitusi barang pengganti dan barang komplementer barang pelengkap. Permintaan dengan barang substitusi memiliki hubungan positif atau berbanding lurus. Artinya, apabila harga barang substitusinya naik, maka permintaan barang tersebut juga akan meningkat. Hal ini juga berlaku sebaliknya, yaitu apabila harga barang substitusinya turun, maka permintaan terhadap barang tersebut akan berkurang. Sebaliknya, permintaan dengan barang komplementer memiliki hubungan negatif atau berbanding terbalik. Artinya, apabila harga barang komplementernya naik, maka permintaan terhadap barang tersebut akan meningkat. Begitu pula apabila harga barang komplementernya turun, maka permintaan terhadap barang tersebut akan menurun pula. c. Tingkat PendapatanDaya beli konsumen dapat dilihat dari tingkat pendapatan konsumen. Maksudnya, semakin tinggi tingkat pendapatan konsumen, maka semakin meningkat pula permintaan terhadap suatu barang tersebut. d. Selera Masyarakat Selera atau kebiasaan merupakan faktor yang mempengaruhi permintaan pada suatu barang. Hal ini dapat dirumuskan dengan apabila selera masyarakat terhadap suatu barang meningkat, permintaan terhadap barang itu pun akan meningkat. e. Jumlah PendudukJumlah penduduk juga mempengaruhi permintaan terhadap suatu barang. Hal ini berlaku pada, semakin besar jumlah penduduk suatu daerah atau negara maka akan semakin tinggi permintaan terhadap suatu barang. f. Prediksi Konsumen tentang Kondisi pada Masa MendatangApabila suatu masyarakat memprediksikan bahwa harga suatu barang akan naik lalu berakibat pada pemahaman lebih baik membeli barang itu sekarang. Hal ini memicu masyarakat untuk membeli lebih banyak barang saat ini guna menghemat belanja di masa juga Keseimbangan & Struktur Pasar Hukum, Fungsi, Rangkuman Permintaan Klasifikasi Desa Berdasarkan Ekonomi, Letak Geografis, & Permukiman Faktor-faktor yang Mempengaruhi Permintaan dan Penawaran - Pendidikan Kontributor Anisa WakidahPenulis Anisa WakidahEditor Maria Ulfa
Demand adalah salah satu istilah dasar yang pasti pernah Anda dengar dalam pelajaran ekonomi. Demand selalu digabungkan dengan supply karena keduanya saling mempengaruhi. Selain itu, kesediaan masyarakat untuk melakukan supply dan demand pada suatu barang dapat menentukan harga untuk jumlah barang yang ditawarkan sama dengan jumlah yang diminta. Untuk memahami pengertian supply dan demand serta bagaimana contohnya dalam kegiatan perekonomian kita, mari simak penjelasannya berikut ini! Secara bahasa, demand adalah permintaan. Jika merujuk pada hukum permintaan, apabila semua faktor lain tetap sama, saat harga barang makin tinggi, maka makin sedikit orang yang akan mencari barang tersebut. Maka, makin tinggi harganya, makin rendah jumlah barang yang akan diminta. Dengan kata lain, jumlah barang yang dibeli dengan harga lebih tinggi menjadi lebih sedikit ketika harganya naik. Begitu juga dengan biaya peluang untuk mendapatkan barang tersebut. Definisi Supply Jika dilihat dari segi bahasa, supply bisa diartikan sebagai pasokan atau kegiatan memasok barang. Layaknya hukum permintaan, hukum penawaran juga menunjukkan jumlah barang yang dijual pada harga tertentu. Tetapi tidak seperti hukum permintaan, hubungan penawaran menunjukkan kemiringan kurva ke atas. Bisa disimpulkan bahwa berdasarkan hukum penawaran, jumlah barang yang ditawarkan akan selalu berbanding lurus seiring dengan pergerakan harganya, Jadi jika harga barang meningkat, maka jumlah yang ditawarkan juga akan bertambah. Sebaliknya, kalau harga sebuah barang turun, jumlah yang ditawarkan juga akan berkurang. Faktor yang Mempengaruhi Supply dan Demand Para ekonom mempelajari penawaran dan permintaan untuk memahami berbagai pengaruh yang bisa menggerakkan perekonomian kita. Beberapa faktor turut berperan dalam mempengaruhi permintaan dan penawaran dalam cara yang positif maupun negatif. Secara umum, ada beberapa hal yang bisa mempengaruhi supply dan demand di pasaran antara lain Fluktuasi Harga Fluktuasi harga merupakan faktor kuat yang bisa mempengaruhi penawaran dan permintaan terhadap sebuah barang atau jasa. Ketika sebuah produk menjadi sangat mahal sehingga rata-rata konsumen tidak lagi merasa layak atau sanggup membelinya, maka permintaan akan menurun. Ini akan menyebabkan pemotongan jumlah produksi agar harga kembali stabil. Menurunkan harga sebuah produk bisa meningkatkan permintaan karena menunjukkan bahwa masyarakat tiba-tiba merasa bahwa produk tersebut bernilai tinggi. Ini juga bisa menyebabkan perubahan produksi yang meningkat untuk bisa memenuhi permintaan pasar. Baca juga Mengenal Lebih dalam Apa Itu Supply Chain Financing Pendapatan dan Kredit Perubahan tingkat pendapatan dan ketersediaan kredit dapat memengaruhi penawaran dan permintaan secara besar-besaran. Pasar properti adalah contoh yang paling umum dari jenis dampak ini. Selama resesi ketika pekerjaan menjadi lebih sedikit dan uang yang dibelanjakan menurun, harga rumah akan cenderung turun. Selain itu, ketersediaan kredit mungkin akan berkurang karena orang-orang rata-rata tidak mampu memenuhi syarat untuk mengajukan pinjaman. Untuk mendorong mereka yang mampu membeli, menurunkan harga bisa menjadi cara meningkatkan penjualan. Terlebih jika suku bunga sedang turun. Ketika ada ledakan ekonomi, jumlah pengangguran sangat sedikit dan orang-orang cenderung lebih mudah menghabiskan uang. Saat itu, harga rumah dan barang-barang mahal lainnya cenderung naik, begitu juga dengan suku bunga. Ketersediaan Produk Alternatif atau Kompetisi Ketika produk alternative masuk ke pasar, persaingan antara produk yang ada dengan produk yang baru bisa menyebabkan turunnya permintaan untuk produk yang lama. Sama seperti jumlah orang yang ingin membeli produk tersebut, sebagian besar mungkin memilih untuk membeli merek alternatif. Ini kemudian akan menyebabkan perang harga yang pada akhirnya menurunkan harga produk dan mungkin juga memerlukan penurunan jumlah pasokan agar bisa mengimbangi turunnya permintaan. Selain beberapa faktor di atas, supply dan demand bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor lain seperti tren dan iklan. Terlebih saat ini banyak orang yang membeli sesuatu karena viral di media sosial atau di internet. Perubahan musim juga bisa menjadi faktor penentu naik atau turunnya supply dan demand terhadap produk tertentu. Bagi seorang pengusaha, memahami supply dan demand adalah hal yang wajib. Semoga informasi di atas bisa memberi Anda insight untuk lebih mengerti tentang cara kerja keduanya. Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran! Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata 10,5%-12% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja. Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi Customer Service Akseleran di 021 5091-6006 atau email ke [email protected]
Hukum “aliran barang” mengatakan bahwa jumlah barang yang dialirkan sebagai penyedia, yang dipasok atau supply harus seimbang dengan jumlah barang yang dibutuhkan atau diterima oleh yang membutuhkan. Maka inilah yang disebut dengan hukum keseimbangan “supply – demand”. Sebenarnya hukum “suppay – demand” ini berlaku pada bidang apa saja. Pada bidang lingkungan biasa disebut dengan “homoestasis”, yaitu hukum keseimbangan antara barang yang diterima oleh organisme dari lingkungannya baik biotik maupun abiotik, maka ini juga disebut dengan konsep ekologi. Konsep ekologi dan keseimbangan antara pasok dan kebutuhan ini juga sangat kental sebagai hukum dasar dalam pengembangan perunggasan, dan sangat patut dicermati dan ditaati aturannya khususnya di Indonesia yang saat ini lagi dilanda berbagai masalah ketidak seimbangan “supply – demand” ini. Apa yang terjadi? Kalau supply jauh lebih sedikit atau di bawah angka yang dibutuhkan oleh konsumen, maka dikatakan kekurangan barang, berlanjut kepada kelangkaan, yang lebih parah akan menjadi barang yang dijadikan “rebutan” oleh para konsumen. Dalam kondisi seperti ini maka harga akan cepat sekali melambung tinggi. Ada yang berfikir, wah ini berarti menguntungkan perternak karena harga jual ayam hidup semakin tinggi pula. Hal ini bisa dijawab “ya” atau “tidak”. Memang dunia perunggasan merupakan dunia yang agak rumit, dan sering misterius. Alasannya, karena perunggasan ini adalah “seksi” merupakan komoditas yang dikatakan sudah memasuki dunia industri, sementara pelakunya sangat bervariasi mulai dari tingkat peternak kalangan rendah, menengah sampai kepada peternak atau skala industri tingkat tinggi. Itu tadi kalau supply barang perunggasan berada pada kekurangan. Bagaimana sebaliknya kalau “supply” barang jauh melebihi kebutuhan yang diperlukan konsumen? Jawabannya sudah bisa ditebak ”barang melimpah”, pembeli tidak mampu menyerap barang yang disediakan. Pasti akan menjadi petaka bagi dunia perunggasan. Kenapa? Karena produk perunggasan sebagian besar tidak bisa bertahan lama dalam kondisi alam biasa. Ini salah satu faktor penting yang menyebabkan nilai tawar produk peternakan unggas menjadi rendah. Ambil contoh ayam hidup yang harus dipanen dan dijual oleh peternak. Peternak biasanya sudah menjadwal kapan ayamnya akan dipanen dan dikosongkan dari kandang. Di saat sudah ada jadwal untuk dipanen, maka sudah diperhitungkan berbagai hal. Pertama, jumlah pakan yang akan diberikan sudah dihitung sesuai dengan kebutuhan. Misalnya ayam terlambat dipanen 2 – 3 hari saja, maka peternak harus memberikan pakan tambahan yang jumlahnya tidak sedikit dan ini akan mengganggu kesetabilan keuangan peternak. Untuk peternak yang dananya pas-pasan bisa jadi harus pontang-panting mencari dana talangan atau bisa juga secara terpaksa menghutang lagi pakan diluar perhitungan awal. Kedua, jatuh tempo pembayaran angsuran hutang sarana produksi yang bisanya tenggang waktu sudah ditentukan misalnya 1 bulan, bisa jadi molor. Dan ini pasti akan mengganggu keuangan peternak dan juga meresahkan para peternak. Ketiga, prediksi harga bisa jadi berubah, yang tadinya punya posisi tawar tinggi langsung turun drastis dikarenakan barang tidak bisa disimpan dan bahkan masih harus memberikan biaya pakan setiap hari. Akibatnya, bisa-bisa melemah di posisi tawar harga dan seringkali tidak terkendali sesuai dengan harapan. Keempat, perencanaan kandang bisa jadi berubah. Mestinya kandang sudah segera dibersihkan untuk disiapkan pemeliharaan periode berikutnya menjadi terhambat. Pun juga, bila kandang sebelahnya ada DOC yang dimasukkan, maka keamanan bisa terganggu. Kelebihan pasok atau over supply DOC pada skala luas misalnya di wilayah atau daerah dan bahkan nasional bukan skala peternak berakibat sangat fatal. Akibat ini bisa terhadap dua sisi. Pada sisi produsen DOC dan pada sisi peternak hilir atau final stock. Pada peternak hilir disebut juga sebagai perusahaan pembibitan. Over supply pastinya terjadi akibat dua hal pula. Pertama, perhitungan kebutuhan DOC yang direfleksikan dengan prediksi tingkat konsumi oleh masyarakat atau jumlah produk yang diekspor baik dalam bentuk DOC maupun dalam hasil panen broiler, dan kedua, kemungkinan adanya terjadi dinamika dan penurunan konsumsi dan nilai beli masyarakat yang menurun, sehingga barang produk hasil broiler melimpah di masyarakat. Obsesi yang berlebihan perusahaan pembibitan untuk mengembangkan usahanya menyebabkan over estimate sehingga produksi DOC berlebihan. Produksi DOC pastinya tidak begitu saja muncul, namun melalui suatu perhitungan prediksi yang panjang dan rumit. Namun yang jelas telah melalui perencanaan matang yang melibatkan pengadaan atau impor GPS untuk menghasilkan PS. Ini melibatkan banyak aspek seperti lahan, perkandangan, pakan, tenaga kerja, obat-obatan, penetasan dan tenaga pemasaran. Sehingga bisa dikatangan adanya oversupply atau kelebihan pasok DOC berdampak fatal juga bagi perusahaan, karena harus berupaya keras menekan atau mengurangi produksi yang sebenarnya tidak bisa dikurangi atau tidak bisa ditekan. Kenapa? Karena mesin GPS dan PS adalah “mesin bilogis” yang tidak bisa dihentikan proses produksinya. Pasti berbeda dengan mesin-mesin di pabrik barang-barang non-biologis seperti pabrik mobil, atau barang-barang elektronik yang setiap saat bisa dihentikan tanpa berpengaruh terhadap rusaknya barang. Pada kenyataannya, kondisi tersebut over supply terlihat sangat mengerikan. Lantas bagaimana seandainya kondisi “over supply” sudah benar-benar terjadi? Berbagai strategi nyatanya juga dikonsep dan bahkan sudah diimplementasikan di dunia perbibitan Indonesia yang sejak beberapa tahun lalu sampai hari ini mengalami problematika kondisi “over supply”. Suatu dilematik untk mengambil kebijakan. Mau dibiarkan akan memberikan dampak melesunya usaha peternakan dan berakibat pada meruginya peternak, mau dilakukan pengurangan dengan memotong PS atau menghancurkan telur tetas yang sudah dieramkan/inkubasi juga sangat tidak manusiawi dan berperikehewanan. Maka langkah yang diambil oleh Pemerintah adalah dengan mendiskusikan bersama dengan para pengusaha, dan akhirnya diperoleh kesepakatan untuk melakukan “cutting” dan “aborsi”. Istilah “cutting” digunakan untuk mengafkir dini induk PS yang berumur lebih dari 50 minggu di awal dulu pada tahun 2015 di atas 70 minggu, sedangkan istilah “aborsi” adalah melakukan penghentian proses perkembangan embrio ayam yang sudah dieramkan dalam mesin penetas inkubasi pada umur tertentu, bisa sampai dengan umur 19 hari. Sementara, di tingkat peternak terus dilakukan pestabilan harga ayam panen kandang dalam keadaan hidup atau disebut “live bird” LB. Meskipun belum berjalan normal, namun perlahan sudah mulai ada hasilnya. Para peternak rakyat harus mengencangkan ikat pinggang agar bisa bertahan melampau masa prihatin ini. Ini adalah periode transisi yang mencekam bagi para peternak rakyat. Karena mereka setiap hari selalu dihantui rasa was-was mengenai harga ayam hidup panen kandang LB untuk hari esok. Maka wajarlah kalau banyak kalangan melemparkan pertanyaan “gonjang-ganjing perunggasan, masih bisakah diselamatkan?”. Untuk bisa menjawab pertanyaan tersebut, tidak bisa ditulis dalam 1 kali tulisan saja, namun masih harus dikaji beberapa aspek seperti pengaruh “keseimbangan terhadap harga”, “aspek-aspek pendukung keseimbangan”, “beberapa skenario strategi yang harus direncanakan dan diimplementasikan ke depan” untuk menjamin sistem peternakan unggas dalam negeri yang menguntungkan dan berkelanjutan, serta “telaah kritis terhadap peraturan perunggasan”. bersambung…. Prof Dr H Suyadi, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya
yang disebut sebagai sisi demand